Proyek APBD Diduga Jadi Pesta Kelompok Tertentu, Rakyat Jadi Penonton, Tapi Tetap Bayar Pajak

KAPERWIL SUMUT

- Redaksi

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 23:26 WIB

5098 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PERBAUNGAN | KUPASTUNTAS86.COM – Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, kembali menuai sorotan, Diduga disetting untuk memenangkan salah satu perusahaan.

Lelang yang dilakukan Pokja BLP Provinsi Sumatera Utara pada 8 Agustus 2025 itu bernilai Rp11.845.269.000.

Proyek ini memiliki kode IPLT 10069793000, dan menjadi salah satu kegiatan strategis Pemprov Sumut dalam pembangunan infrastruktur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, hasilnya dikritisi oleh Ketua Lembaga Pemantau Pembangunan dan Aset Republik Indonesia (LPPAS RI), Jauli Manalu.

Jauli menyebut kemenangan perusahaan dengan penawaran lebih tinggi memang tidak otomatis melanggar hukum.

Tetapi, dalam praktik konstruksi, pola seperti itu kerap dijadikan indikator awal adanya dugaan persekongkolan.

Apalagi, jika jumlah kompetitor yang ikut lelang tidak seimbang, atau hanya ada peserta yang sekadar menjadi “penggembira”.

Dalam kasus ini, menurut Jauli, ada 11 perusahaan yang ikut serta. Namun, hanya CV. BCM (penawaran: Rp. 11.014 .576.144.70 yang diundang, meskipun ada 10 perusahaan lain yang menawarkan harga jauh lebih rendah dengan kualitas serupa bahkan kualitas lebih karena memiliki peralatan sendiri.

“Kalau dilihat di LPSE, tidak ada yang salah dari para penawar. Kalau ada berkas administrasi kurang, kan bisa diperjelas lewat pembuktian. Bukan berarti harus langsung dieliminasi,” ujar Jauli, Sabtu (23/8/2025).

Ia menilai “POKJA” terlalu fokus pada satu perusahaan saja, sehingga menimbulkan dugaan adanya keterlibatan oknum di Pokja untuk memenangkan CV. BCM.

Menurut Jauli, seharusnya semua perusahaan yang memenuhi syarat diundang terutama perusahaan yang evaluasi hanya kurang adminiatrasi, agar persaingan berjalan sehat.

“Keterlibatan Pokja perlu ditelisik lebih jauh. Kalau independensi tidak dijaga, pintu persekongkolan terbuka lebar, terutama semangat program efiensi keuangan negara oleh presiden prabowo” katanya.

“Kalau begini, publik dirugikan dua kali. Persaingan sehat mati, kualitas pekerjaan pun bisa menurun, potensi kerugian negara terbuka lebar” tambahnya.

Jauli menegaskan, praktik semacam ini berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, khususnya Pasal 22 tentang larangan persekongkolan dalam tender.

Selain itu, ia menyoroti aturan Presiden. Perpres Nomor 46 Tahun 2025 yang menjadi perubahan atas Perpres Nomor 16 Tahun 2018 dan Perpres Nomor 12 Tahun 2021, secara tegas mengatur prinsip efisiensi, efektifitas, transparansi, persaingan sehat, dan akuntabilitas dalam pengadaan barang/jasa.

“Kalau Pokja tidak patuh pada prinsip itu, jelas sudah melanggar ketentuan,” tegas Jauli.

Ia pun meminta aparat penegak hukum dan Inspektorat untuk memeriksa seluruh dokumen tender, termasuk komunikasi internal Pokja.

“Tanpa pengawasan, proyek APBD bisa berubah jadi pesta kelompok tertentu. Rakyat hanya jadi penonton, tapi tetap bayar pajak,” pungkasnya. (TIM)

Berita Terkait

Peringati Hari Buruh, Pekerja Medco E&P Malaka Sumbang 136 Kantong Darah
Tetap Bersuara Lawan Ketidakadilan, Martini Mengaku Diteror Usai Bantu Masyarakat yg Terdzalimi
Dirjen Perumdes Kemendagri Tinjau TKN Idi Rayeuk, Bustami Ucapkan Apresiasi Atas Perhatian Pemerintah Pusat.
Polda Aceh Berhasil Raih Nilai Akuntabilitas Kinerja 91,4 Persen dari Kementerian PAN-RB
Kekompakan Forkopimda Aceh Kunci Pemulihan dan Pembangunan
Plt.Sekda Aceh Timur Pimpin Acara Pengambilan Sumpah Janji Jabatan Pejabat Asdministrator Disdikbud
Anggota DPRK Aceh Timur Muhammad Syuhada; Mantan Aktivis di Bursa Calon Ketua DPC PKB Aceh Timur
Anggota DPRK Muhammad Syuhada Minta Pemkab Aceh Timur Bentuk Tim Khusus Pemutakhiran Data DTSEN

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:03 WIB

Piket Koramil Pantau Stok Beras di Gudang Bulog Malewang, Pastikan Ketahanan Pangan Aman

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:46 WIB

Kapten Inf Syarifuddin Pimpin Babinsa Galut & Warga Tamalate Bersihkan Pantai Soreang Dari Sampah

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:16 WIB

Kawal Bapang Sampai Tangan Rakyat: Babinsa Serka Herman Pastikan Tepat Sasaran

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:06 WIB

Babinsa Desa Lantang Sertu Usman Pimpin Warga Aksi Bersih-Bersih Lingkungan

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:57 WIB

Kodim 1426/Takalar Terima Pembinaan Media Informasi Teritorial Dari Tim SDIRPIT Pusterad

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:29 WIB

Safari Subuh 3 Babinsa Koramil 1426-06/Mapsu Sujud Bareng 50 Jamaah di Takalar, Soreang & Tonasa

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:44 WIB

Ajarkan Gotong Royong Sejak Dini: Koramil 1426-01/Polut Ajak Siswa SDN 206 Palleko Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:55 WIB

Tugas Pokok Teritorial Rasa Ibadah: Safari Subuh Koramil 1426-05 Marbo Satukan Hati TNI-Rakyat

Berita Terbaru