Aceh Timur – Upaya Ketua Fraksi PKB DPRK Aceh Timur Zulmi untuk menjemput program pembangunan dari Pemerintah Pusat untuk mendukung pembangunan di daerah aceh timur, kini berbuah manis. Langkah jemput bola telah berlangsung sejak Desember 2024, kala itu Zulmi bolak-balik menemui anggota DPR RI H. Ruslan Daud di Jakarta, untuk mengejar program dari yang dibiayai oleh anggaran pemerintah pusat untuk daerah Aceh Timur. Kemarin siang, Zulmi memimpin langsung kunjungan Anggota DPR RI Komisi 5, H Ruslan Daud (HRD), beserta tim dari Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR untuk meninjau kerusakan di ruas Jalan Keude Geurebak, Jumat (27/2/2026). Jalan lintas antar kecamatan yang menghubungkan mulai dari Idi Rayeuk, Idi Tunong, Banda Alam. Ruas jalan tersebut turut menjadi akses bagi sebagian besar masyarakat Nurussalam, Indra Makmur hingga sebagian Pante Bidari, menjadikan ruas jalan ini sebagai nadi ekonimi warga petani Aceh Timur. “Saya menerima banyak sekali masukan dan keluhan warga terkait kondisi jalan ini,” katanya. Zulmi menjelaskan bahwa langkah menghadirkan Wakil Rakyat dari Parlemen Pusat dan pihak Kementerian PUPR-RI adalah bentuk komitmen nyata dalam merespons keluhan masyarakat yang sudah menumpuk. “Saya menerima banyak sekali masukan dan keluhan warga terkait kondisi jalan ini,” katanya. Zulmi menjelaskan bahwa langkah menghadirkan Wakil Rakyat dari Parlemen Pusat dan pihak Kementerian PUPR-RI adalah bentuk komitmen nyata dalam merespons keluhan masyarakat yang sudah menumpuk. “Mengingat statusnya sebagai penghubung tiga kecamatan utama yang telah rusak sangat lama, hari ini saya dampingi H Ruslan Daud dan pihak Kementerian PU untuk melihat langsung realita di lapangan,” ujar Zulmi di sela-sela tinjauan. Tinjauan tersebut turut dihadiri wakil bupati aceh timur mendampingi Ditjen Bina Marga PUPR-RI dan HRD, berlangsung disejumlah tempat di Kecamatan Peureulak, Idi Rayeuk, Nurussalam, dan Ihoknibong. Dalam tinjauan jalan di Banda Alam, Zulmi menjelaskan telah melalui berbagaimacam rintangan diawal proses perjalanan panjang, mulai dari proses pembuatan Detail Engineering Design (DED) di kabupaten Aceh Timur, dimana saat itu Aceh Timur belum memiliki DED. Hingga dirinya dalam rapat paripurna menyampaikan keluhan dan masukan agar Aceh Timur mempunyai Detail Engineering Design (DED) agar dirinya dan beberapa kawan dari anggota DPRK dari fraksi partai nasional.

































