Mata Pencaharian Terputus, Muhammad Warga Aceh Timur Menjerit Tempat Usahanya Lenyap Diterjang Banjir

AMRI

- Redaksi

Senin, 22 Desember 2025 - 17:22 WIB

5052 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur – Banjir hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak hanya menyisakan genangan air, tetapi juga duka yang mendalam bagi ribuan warga. Di Kabupaten Aceh Timur, jeritan korban banjir masih terdengar, terutama dari masyarakat kecil yang menggantungkan hidup pada usaha harian.

Muhammad, warga Titi Baroe yang membuka usaha pangkas rambut di Desa Calok Geulima, Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk, menjadi salah satu korban paling terdampak. Sudah hampir satu bulan, usahanya lumpuh total setelah diterjang banjir besar. Tempat usaha yang selama ini menjadi sumber nafkah keluarga kini raib, digondol derasnya arus air.

“Usaha saya habis, tak tersisa apa-apa. Sudah hampir sebulan hidup terasa kosong. Kami bingung bagaimana harus menghidupi anak dan keluarga,” ujar Muhammad dengan mata berkaca-kaca dengan kerugian lebih kurang 30 juta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, banjir tidak hanya merendam, tetapi menghancurkan sendi-sendi kehidupan warga. Kayu-kayu berserakan, menghantam rumah dan kios milik masyarakat. Sejumlah kedai di pusat Kota Idi turut terendam, termasuk di Dusun Belkel, Calok Geulima, kawasan Kedai Aceh, hingga Gampong Aceh.

“Banyak rumah hanyut dibawa air. Ini bukan bencana kecil. Ini bencana besar yang merenggut kehidupan dan harapan masyarakat,” tuturnya lirih.

Di tengah penderitaan yang belum pulih, Muhammad juga menyuarakan kekecewaannya terhadap kondisi penanganan pascabencana. Ia menyoroti keputusan negara yang menolak bantuan luar negeri, sementara korban banjir masih bertahan dalam ketidakpastian.

“Kami hanya berharap negara benar-benar hadir. Bantulah masyarakat, terutama para kepala keluarga yang kehilangan rumah dan usaha. Jangan biarkan kami berjuang sendiri di tengah bencana,” tegasnya.

Muhammad berharap pemerintah pusat dan daerah segera mengambil langkah nyata dan menyeluruh untuk pemulihan pascabencana banjir hidrometeorologi, khususnya di Aceh Timur, agar masyarakat dapat kembali bangkit dan melanjutkan kehidupan yang sempat terhenti.
(Senin, 22 Desember 2025)

Berita Terkait

Wujudkan Birokrasi Bersih, Kanwil Ditjenpas Aceh Tandatangani Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas
Prajurit Dhika Anoraga Rampungkan Pembagunan Jembatan Belly Rambe Di Bener Meriah.
Rutan Kelas I Tangerang Raih Penghargaan Pengelolaan BMN Terbaik Tahun 2025 Kategori Likuidasi BMN
Melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Aceh,Lapas Kelas IIA Banda Aceh Terima Bantuan Atribut Pakaian Dinas Bagi Pegawai
Satukan Komitmen Menuju WBK dan WBBM 2026, Pemasyarakatan Banten Mantapkan Zona Integritas, Rutan Kelas I Tangerang Teguhkan Komitmen
Langkah Bersama Menuju Kinerja Optimal, Rutan Kelas I Tangerang Ikuti Rapat Rencana Kerja UPT 2026
Kakanwil Ditjenpas Aceh Perkuat Sinergi PIPAS dan Pimpin Rakor di Lapas Meulaboh
Pemilihan Keuchik Paya Dua Berjalan Aman, Sultan Ibrahim Terpilih Kembali

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:42 WIB

Dampingi Korban Pemalsuan Surat, Kantor Hukum Taufik Tanjung & Partners Optimis Sukses Penanganan Perkara Kliennya

Sabtu, 26 Juli 2025 - 18:03 WIB

Kalapas Labuhan Ruku Tegas Bantah Isu Negatif soal Lodes dan Narkoba dari Media OnlineKalapas Labuhan Ruku Tegas Bantah Isu Negatif soal Lodes dan Narkoba dari Media Online

Berita Terbaru

SERDANG BEDAGAI

Sat Reskrim Polres Sergai Gerak Cepat Menangkap Pelaku Bobol Sekolah

Selasa, 3 Feb 2026 - 20:34 WIB