Diduga Agunan Dijual di Bawah NJOP, Ahli Waris Debitur Gugat BRI Kisaran

KAPERWIL SUMUT

- Redaksi

Kamis, 16 Oktober 2025 - 21:16 WIB

50141 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan | Kupastuntas86.com – Kantor Cabang ( Kacab) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kisaran digugat Bahagia Siregar yang merupakan ahli waris debitur, Tadi Siregar karena diduga menjual agunan kredit di bawah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Hal tersebut disampaikan kuasa hukum Bahagia Siregar, Herman Harahap, SH., dari kantor Hukum Aurora Keadilan kepada wartawan di Medan, Kamis (16/10/2025).

“Gugatan ini dilayangkan klien kami karena kami menemukan adanya dugaan perbuatan melawan hukum terhadap lelang aset agunan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Herman menceritakam awal mula gugatan, saat orang tua kliennya atas nama Perseroan CV. Tiga Saudara melakukan peminjaman kredit modal kerja sebesar Rp. 1.300.000.000 ke Kacab Bank BRI Kisaran pada tanggal 27 Oktober 2011 dengan jangka waktu 36 kali pembayaran hingga 27 Oktober 2014.

“Pinjaman tersebut beragunan 2 bidang tanah, sebidang tanah dengan luas 1.371.925 M2, di Kabupaten Asahan dan sebidang tanah lagi di Kota Padang Sidimpuan dengan luas 240 M2,” ucapnya.

Namun, sebut Herman, sebelum berakhirnya jangka waktu pembayaran kredit, Tadi Siregar meninggal dunia pada September 2012.

“Semasa hidup orang tua klien saya ini selalu memenuhi cicilan pembayaran setiap bulan sesuai perjanjian kredit Nomor 30 Tanggal 27 Oktober 2011,” sebut Herman.

Setelah Tadi Siregar meninggal dunia, Bahagia Siregar mendatangi kantor BRI kisaran untuk mempertanyakan status kredit almarhum orang tuanya.

“Pihak BRI Kisaran menyampaikan cicilan hutang kredit tersebut di alihkan kepada ahli warisnya tanpa keterangan tertulis ataupun merubah akta perjanjian,” herannya.

Dikatakannya, Bahagia Siregar telah melakukan pembayaran tiga kali namun karena keterbatasan keuangan, tidak melanjutkannya lagi.

“Maret 2015 BRI Kisaran mengirimkan surat pemberitahuan rencana lelang agunan tersebut,” katanya.

Lanjut Herman, kliennya merasa terkejut, tanpa pemberitahuan, agunan tersebut sudah dimiliki oleh YMT, disebut-sebut dibeli dari lelang tahun 2023.

Herman juga menyampaikan bahwa harga agunan tersebut dibeli YMT diduga jauh di bawah harga pasar berdasarkan penilaian Bank BRI Kisaran pada tahun 2011.

“Harga agunan tersebut menurut BRI pada 2011 Rp. 1.500.000.000 dan pada tahun 2023 dilelang jauh di bawah harga pasar dan NJOP yaitu sebesar Rp 170.000.000,” imbuhnya.

Kata Herman, sekitar tahun 2022 Bahagia Siregar sudah pernah menyampaikan ke BRI Kisaran agar agunan tersebut dibayarnya kembali dengan harga Rp400 juta namun oleh BRI tidak menyetujui malah pada tahun 2023 tanah tersebut dilelang dengan harga diduga tidak sampai Rp400 Juta.

“Atas dasar itulah, maka kami meminta agar penegak hukum melakukan penelusuran terkait lelang agunan tersebut yang merugikan klien saya. Dan klien kami telah mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Kisaran dengan Nomor Perkara : 96/Pdt.G/2025/PN kis dengan penggugat Bahagia Siregar yang telah memperoleh surat kuasa insedentil dari ahli waris lainnya,” tegasnya.

Terpisah, Bidang Hukum BRI Kisaran, Syarif Siregar saat dikonfirmasi terkait adanya penjualan agunan debitur Tadi Siregar dibawah NJOP menyampaikan tidak memiliki kewenangan untuk menjawab.

“Izin saya tidak memiliki kewenangan menjawab. Terima kasih,” jawabnya singkat.

Selanjutnya, ketika ditanya siapa yang memiliki kewenangan dalam menjawab hal tersebut, Syarif tidak menjawab.

(TIM)

Berita Terkait

Langkah Nyata Pemasyarakatan: Gabungkan Razia Ketat dan Penyuluhan Bahaya Narkoba demi Transformasi Pembinaan
KOMITMEN TEGAS! Rutan Perempuan Medan Laksanakan Ikrar Pemasyarakatan Bersih
Perkuat Kebersamaan, H. Syaiful Bahri Satukan LMP Sumut Lewat Halal Bihalal
Semarak HBP Ke-62, Bazar Ditjenpas Sumut Diserbu Warga dan Tampilkan Karya Warga Binaan
Judi Tembak Ikan Marak Beroperasi Di Pemukiman Padat Penduduk Medan kota, Diduga APH Tutup Mata
Dalam Rangka Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, Pemilik Yayasan Universitas Battuta Menggelar Halalbihalal
Wartawan Dihalangi dan HP Dirampas, Diteriaki Wartawan Bodong, Pelecehan Terhadap Jurnalis dan Dugaan Modus Penipuan Pegawai Gadai Terbuka Lebar di Medan
72 Ribu Personel Amankan Takbir dan Salat Id di Seluruh Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:03 WIB

Piket Koramil Pantau Stok Beras di Gudang Bulog Malewang, Pastikan Ketahanan Pangan Aman

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:46 WIB

Kapten Inf Syarifuddin Pimpin Babinsa Galut & Warga Tamalate Bersihkan Pantai Soreang Dari Sampah

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:16 WIB

Kawal Bapang Sampai Tangan Rakyat: Babinsa Serka Herman Pastikan Tepat Sasaran

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:06 WIB

Babinsa Desa Lantang Sertu Usman Pimpin Warga Aksi Bersih-Bersih Lingkungan

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:57 WIB

Kodim 1426/Takalar Terima Pembinaan Media Informasi Teritorial Dari Tim SDIRPIT Pusterad

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:29 WIB

Safari Subuh 3 Babinsa Koramil 1426-06/Mapsu Sujud Bareng 50 Jamaah di Takalar, Soreang & Tonasa

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:44 WIB

Ajarkan Gotong Royong Sejak Dini: Koramil 1426-01/Polut Ajak Siswa SDN 206 Palleko Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:55 WIB

Tugas Pokok Teritorial Rasa Ibadah: Safari Subuh Koramil 1426-05 Marbo Satukan Hati TNI-Rakyat

Berita Terbaru