Dukung Peningkatan Keamanan dan Kesejahteraan Petani, Eratani Lakukan Sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan

REDAKSI LAMONGAN JAWA TIMUR

- Redaksi

Rabu, 8 Mei 2024 - 03:00 WIB

4065 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berkomitmen untuk meminimalisir risiko petani selaku pekerja rentan, PT Eratani Teknologi Nusantara mengambil langkah kolaboratif bersama BPJS Ketenagakerjaan, mengadvokasi serta memfasilitasi keikutsertaan Petani Binaan Eratani untuk mendaftarkan diri dalam program perlindungan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk memberikan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada Petani Binaan Eratani yang bekerja dalam sektor informal.

Sektor informal merupakan bagian dari ekonomi dan lapangan kerja yang umum ditemui di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2023 mencatat bahwa sektor informal di Indonesia melibatkan sekitar 82,67 juta orang dari total 147,71 juta angkatan kerja, dengan kontribusi besar dari petani. Pekerjaan pada sektor pertanian dianggap memiliki risiko tinggi di banyak negara karena melibatkan manusia. Petani memiliki kecenderungan untuk menghadapi beban kerja yang berat, ketidakpastian iklim, serta kondisi lingkungan yang tidak aman sehingga menyebabkan kelelahan kerja. 

Kelelahan kerja dapat berisiko terhadap terjadinya kecelakaan kerja sehingga diperlukan adanya upaya perlindungan jaminan sosial dari risiko yang mungkin timbul. Andrew Soeherman, CEO Eratani, menegaskan, “Dalam menjalankan perusahaan, kami tidak hanya berfokus pada kemajuan teknologi di sektor pertanian, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan dan keamanan petani. Integrasi dengan BPJS Ketenagakerjaan memungkinkan kami memberikan perlindungan yang layak bagi Petani Binaan Eratani.”

Dessy Sriningsih, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Mangga Dua, menyambut kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam menjamin masa depan yang lebih baik bagi petani Indonesia. “Kerja sama ini merupakan langkah monumental dalam memastikan masa depan yang berkelanjutan dan terlindungi bagi petani Indonesia. Hal ini menegaskan komitmen kami untuk memperluas jangkauan jaminan sosial ke semua lapisan masyarakat, termasuk sektor pertanian yang bersifat informal.”

Saat ini, PT Eratani Teknologi Nusantara telah menggandeng 22.000 petani dan berupaya memberikan perlindungan terhadap risiko profesi mereka, dengan proses yang dilaksanakan secara bertahap. Eratani secara proaktif terlibat dalam subsidi premi untuk representatif Petani Binaan Eratani yang retensi sekaligus memfasilitasi seluruh proses pegaplikasian hingga klaim BPJS Ketenagakerjaan. Melalui program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), Petani Binaan Eratani akan menerima cakupan menyeluruh untuk perawatan medis dan rehabilitasi sampai pulih sepenuhnya. 

Baca Juga :  5 Tips Membuat Ruang Bersantai Semi Outdoor yang Menawan, Yuk Buat Segera!

Representatif Eratani dan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Mangga Dua

Dalam situasi kecelakaan kerja yang menyebabkan kematian, keluarga yang ditinggalkan berhak mendapatkan biaya pemakaman Rp10.000.000, beasiswa pendidikan Rp174.000.000 untuk dua anak hingga perguruan tinggi, dan kompensasi 48 kali dari gaji tercatat. Sementara itu, jika terjadi kematian bukan karena kecelakaan kerja, keluarga akan menerima biaya pemakaman dengan nominal yang sama, beasiswa serupa, santunan kematian Rp20.000.000, dan santunan berkala Rp12.000.000. Perbedaan hak yang diberikan terletak pada jenis dan jumlah santunan yang disesuaikan pada penyebab kematian. Melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, Eratani diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dalam menghadapi risiko pekerjaan.

Berita Terkait

Plugo bersama Revolusi Lokal dan transcosmos Indonesia Dorong UMKM Memaksimalkan Pemasaran Digital
Arches Raih Pendanaan 3 Juta Dolar AS untuk Mendemokratisasi Keahlian di Pasar Global
Yayasan WINGS Peduli Tanam 500 Mangrove dalam Program #WINGSPeduliLingkungan
25,98% Petani Binaan Eratani merupakan Generasi Milenial, Eratani Siap Dukung Regenerasi Petani
Solusi Pembayaran Digital yang Praktis dan Aman bersama BOS Pulsa Payment #PastiMulus
VRITIMES Gandeng Baranewsaceh.co, Radarnews.co.id, dan Agaranews.com dalam Kolaborasi Media Strategis
Mengungkap Tren Penjualan Lipstik di Ecommerce di Kuartal Pertama 2024
Kripto Ambruk, Rupiah Melemah: Bagaimana Prospek USDT to IDR?

Berita Terkait

Rabu, 26 Februari 2025 - 12:01 WIB

Petugas kepolisian sektor sukodadi tingkatkan giat patroli obyek vital di wilayah hukum polsek sukodadi.

Rabu, 26 Februari 2025 - 11:50 WIB

Anggota kepolisian sektor bluluk giat patroli dialogis presisi obyek vital di wilayah Hukum polsek bluluk.

Rabu, 26 Februari 2025 - 11:37 WIB

Dukung Program cita asta Presiden RI Kepala Kepolisian sektor modo Giat monitoring cek tanaman bergizi antara lain.

Rabu, 26 Februari 2025 - 11:13 WIB

Petugas jaga polsek glagah Laksanakan patroli sinergitas TNI-POLRI.

Rabu, 26 Februari 2025 - 11:06 WIB

Berikan pelayanan Rasa aman kepada Warga masyarakat, Petugas jaga polsek Sambeng giat patroli Pengaturan lalu lintas pagi di depan toko jaya Lestari.

Rabu, 26 Februari 2025 - 10:22 WIB

Cegah terjadinya banjir bandang dan longsor polsek sukorame secara intensif laksanakan mitigasi bencana di kawasan aliran sungai dan kawasan rawan banjir.

Selasa, 25 Februari 2025 - 15:32 WIB

LAP GIAT KOORDINASI DENGAN CDK WIL. BOJONEGORO WILKER KAB. LAMONGAN TERKAIT RENCANA AKSI PENYAMPAIAN PENDAPAT DIMUKA UMUM OLEH ALIANSI MASYARAKAT PEDULI HUTAN (AMPH)

Selasa, 25 Februari 2025 - 15:14 WIB

Anggota kepolisian sektor sukodadi giat patroli Harkamtibmas Dalam rangka Antisipasi Curanmor di wilayah sukodadi.

Berita Terbaru