Lamongan | www.kupastuntas86.com-Pemilu 2024 sudah usai, dinamika politik masih terus bergulir seiring berjalannya proses rekapitulasi perolehan suara di tingkat KPU dan KPU Provinsi, masyarakat terutama para pendukung pasangan calon terus menunggu hasil ahir dari perolehan suara masing-masing paslon.
Proses hitung cepat qwick account yang diselenggarakan oleh Lembaga Survey sudah menampilkan keunggulan salah satu pasangan calon. Disisi lain, perolehan hitung cepat membuat pendukung paslon lainnya bereaksi menunjukkan ketidak puasan dan menghembuskan isu kecurangan Pemilu serta mendesak DPR untuk menggunakan hak angket. Isu kecurangan Pemilu ini yang terus digelorakan sehingga memicu kegaduhan di Masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ditengah maraknya isu-isu kecurangan Pemilu yang dilontarkan oleh beberapa kalangan baik tokoh politk dan relawan juga muncul berbagai komentar dan reaksi dari kelompok tertentu yang menginginkan kedamaian, mereka sadar bahwa isu-isu kecurangan yang dilontarkan oleh oknum akan dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Sebagai bentuk keperihatinan atas kondisi tersebut, Aliansi Pemuda Lamongan dibawah koordinator sdr. Sunandar bersuara, mereka menyatakan stop isu pemilu curang dan menolak hak angket DPR.
Dalam pembukaannya pada acara konsolidasi yang di gelar di sebuah warkop pada Senin, 4 Maret 2024, Sunandar menyampaikan kondisi terkini paska pelaksanaan Pemilu yang mana adanya kelompok dan politisi menghembuskan bahwa pemilu curang dan mengusung hak angket DPR. Dengan isu-isu tersebut menimbulkan kegaduhan di masyarakat sehingga kita semua sebagai pemuda harus tergerak hati untuk menyampaikan pesan damai kepada seluruh masyarakat di Lamongan. Adanya kecurangan benar atau tidak itu semestinya tempuh jalur konstitusi yang ada, bukan malah membuat kegaduhan dengan menggelorakan isu-isu yang tidak penting dan justru membuat konflik antar kelompok. Karena itu, hari ini kita harus menjadi pelopor perdamaian menciptakan suasana yang sejuk dan damai untuk kembali kita bergandengan tangan serta menjaga kerukunan antar sesama anak bangsa. Hari ini kita, Aliansi Pemuda Lamongan akan menyampaikan lima point pernyataan sikap yakni :
1. Menolak keras hak angket DPR
2. Junjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan
3. Kami cinta Indonesia yang damai
4. Mari bergandengan tangan merajut kerukunan.
5. Hak angket..NO !!
Di ahir kata, Sunandar menyampaikan pesan agar seluruh Masyarakat dari berbagai elemen saling menjaga kerukunan, pemilu sudah selesai dan sudah waktunya kita kembali bekerja sesuai profesi masing-masing. Sebagai anak bangsa, mari kita jaga persatuan dan kesatuan, pungkasnya.
(Redaksi)